6 Teori Asal Usul Tata Surya Menurut Para Ahli

Asal Usul Tata Surya – Tata surya (solar system) merupakan salah satu galaksi yang terdapat di alam semesta. Alam semesta merupakan sebuah istilah yang biasa dipakai para ilmuwan unutk menggambarkan ruang angkasa dan benda-benda langit yang ada di dalamnya.

Ilmu yang mempelajari semua objek langit yang ada diruang angkasa disebut ilmu Astronomi. Dalam sudut pandang ilmu astronomi, alam semesta adalah ruang angkasa dengan semua zat serta energi yang terdapat di dalamnya. Pemahaman manusia mengenai alam semesta pun mengalami banyak perubahan di setiap zamannya.

Pada awalnya muncul sebuah gagasan yang menganggap bahwa bumi adalah pusat dari alam semesta. Kemudian gagasan tersebut berubah setelah mereka mengetahui bahwa bumi hanyalah sebuah planet dan meyakini bahwa matahari adalah pusat dari alam semesta.

Hingga pada akhirnya ditemukan kembali bahwa alam semesta ini terdiri dari banyak sekali galaksi. Dimana tata surya merupakan sebuah galaksi dengan matahari sebagai pusatnya. Mereka juga beranggapan bahwa di dalam tata surya terdapat planet-planet yang bergerak memutari matahari sebagai pusatnya (revolusi).

Asal Usul Tata Surya

asal usul tata surya

Tata Surya (pixelstalk.com)

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa tata surya merupakan sebuah galaksi yang terdiri dari matahari, 9 planet, satelit, komet, dan asteroid. Semua benda-benda langit terus bergerak dengan lintasan tertentu, seperti planet-planet yang berevolusi mengelilingi matahari dengan lintasan (orbit) yang berbentuk elips.

Para ahli astronomi yang mempelajari asal usul tata surya berpendapat bahwa seluruh sistem tata surya telah terbentuk semenjak 4,5 milyar tahun yang lalu. Hal tersebut berdasarkan pengujian yang dilakukan dengan menghitung umur batuan-batuan yang ada di ruang angkasa dan di bumi. Terdapat berbagai macam teori asal usul tata surya yang dikemukakan oleh beberapa orang ahli.

1. Teori Nebula atau Kabut (Kant-Laplace)

asal-usul tata surya

Teori Nebular (planetaryevolution.weebly.com)

Teori Nebula atau teori kabut merupakan hipotesis mengenai asal usul tata surya yang pertama kali disampaikan oleh Emmanuel Swendenborg (1688-1772) pada tahun 1734. Teori ini kemudian disempurnakan kembali oleh Immanuel Kant (1724-1804) pada tahun 1775. Teori serupa juga dikemukakan oleh Piere Marquis de Laplace pada tahun 1796. Sehingga teori ini juga dikenal dengan teori Nebula Kant-Laplace.

Pada teori ini dinyatakan bahwa pada tahap awal, tata surya masih berupa kumpulan kabut raksasa. Kabut yang merupakan asal usul tata surya ini tersusun dari debu, es, dan gas dengan kandungan hidrogen tinggi. Kabut ini disebut sebagai nebula. Kemudian kabut mengalami penyusutan karena gaya gravitasi yang dimilikinya. Selama proses penyusutan kabut tersebut berputar sehingga akhirnya memanas dan berubah menjadi bintang raksasa.

Bintang raksasa tersebut adalah matahari. Ukuran dari matahari raksasa tersebut terus menyusut dan berputar semakin cepat. Sehingga cincin-cincin gas dan es terlempar keluar ke sekeliling matahari. Pada akhirnya akibat adanya gaya tarik gravitasi dan penurunan temperatur, gas dan es tersebut memadat dan membentuk planet-planet.

Menurut Laplace asal usul tata surya memiliki orbit atau garis edar planet yang berbentuk elips adalah akibat dari proses terbentuknya galaksi itu sendiri. Hipotesa Nebula juga berhasil menjelaskan bahwa tata surya berbentuk datar dan orbit elips planet-planet yang mengitari matahari bentuknya hampir datar.

2. Teori Pasang Surut atau Tidal (Jeans dan Jeffreys)

Asal usul tata surya Teori Pasang Surut

Teori Pasang Surut (informazone.com)

Pada tahun 1991, ada 2 orang ilmuwan bernama James H. Jeans dan Harold Jeffers yang menyampaikan teori Pasang Surut atau Tidal. Menurut teori pasang surut ratusan juta tahun yang lalu sebuah bintang bergerak mendekati matahari dan kemudian menghilang. Pada saat kejadian itu separuh bagian dari matahari tertarik dan lepas. Dari bagian matahari yang terlepas inilah yang kemudian membentuk planet-planet.

Ratusan juta tahun yang lalu sebuah bintang bergerak mendekati matahari dan kemudian menghilang. Pada saat kejadian itu separuh bagian dari matahari tertarik dan lepas. Dari bagian matahari yang terlepas inilah yang kemudian membentuk planet-planet.

Kejadian tersebut hampir sama seperti pasang surut air laut yang ada di muka bumi yang diakibatkan oleh gaya tarik gravitasi bulan. Bedanya pasang surut air laut ukurannya lebih kecil dibandingkan teori pasang surut tata surya. Hal tersebut bisa terjadi dikarenakan kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak antara bulan dan bumi (60 kali jari-jari bumi).

Sedangkan pada teori asal usul tata surya menurut Jeans dan Jeffreys, bintang raksasa yang mendekati matahari massanya sama dengan massa matahari. Sehingga ketika bintang terssebut mendekat, pada permukaan matahari terbentuk gunung-gunung gelombang yang besar sekali. Gunung-gunung tersebut memiliki ketinggian yang luar biasa dan berbentuk seperti lidah pijar raksasa. Lidah pijar yang menjulur dari matahari sampai ke bintang raksasa.

Lidah tersebut sanga panas dan mempunyai rongga-rongga yang nantinya akan pecah menjadi planet-planet. Bintang raksasa itu terus bergerak menjauhi matahari sehingga lama kelamaan pengaruhnya akan hilang. Selanjutnya planet-planet tersebut mengalami pendinginan dan bergerak memutari matahari. Pada planet-planet besar, proses pendinginan berlangsung lebih lambat daripada planet-planet kecil seperti Merkurius dan Bumi.

Selam proses pendinginan, planet-planet memutari matahari dengan orbit berbentuk elips. Sehingga pada suatu saat memungkinkan jarak planet-planet itu menjadi lebih pendek dari biasanya. Pada saat itu terjadi pasang surut pada permukaan planet-planet dan menyebabkan sejumlah materi terlontar keluar dan membentuk satelit-satelit planet.

Pada teori pasang surut ini juga dijelaskan bahwa planet-planet tersebut berasal dari pecahan gas matahari yang berbentuk seperti cerutu. Sehingga ukuran planet-planet menjadi berbeda-beda, akibatnya planet-planet dibagian tengah seperti Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus memiliki ukuran yang besar. Sedangkan pada bagian ujung planet-planetnya berukuran lebih kecil.

3. Teori Planetesimal (Moulton dan Chamberlin)

asal usul tata surya

Teori Planetesimal (pages.uoregon.edu)

Teori Planetesimal pada dasarnya hampir sama dengan teori pasang surut. Teori ini pertama kali disampaikan oleh seorang astronom bernama Forest R. Moulton (1878-1952)  dan ahli kebumian yang bernama Thomas C. Chamberlin (1834-1928). Planetesimal sendiri berarti planet kecil yang memutari sebuah inti yang berbentuk gas.

Matahari telah ada sebagai salah satu dari sekian banyak bintang, pada suatu waktu ada sebuah bintang yang melintas di kejauhan yang tidak terlalu jauh, sehingga terjadi pasang naik antara bintang dan matahari. Pada saat bintang itu berada jauh dari massa matahari jatuh ke permukaan matahari dan sebagian tersebar di sekitar matahari, maka ini disebut planetisimal yang dikenal sebagai planet yang berada di orbitnya dan di sekitar matahari.

4. Teori Bintang Kembar (Fred Hoyle)

Teori Bintang Kembar

Teori Bintang Kembar (informazone.com)

Teori bintang kembar adalah salah satu dari banyaknya teori tentang pembentukan dan evolusi tata surya. Teori ini diusulkan oleh astronom Inggris R.A. Lyttleton, pada tahun 1956. Menurut teori ini tata surya awalnya terbentuk dari 2 buah bintang kembar raksasa.

Kemudian, salah satu bintang dari bintang kembar itu meledak sehingga menghasilkan puing-puing dan debu. Hingga akhirnya berevolusi mengelilingi mengelilingi bintang yang satunya (matahari) dan membentuk planet-planet beserta benda-benda langit lainnya..

Karena bintang yang tidak hilang masih memiliki gravitasi yang kuat, puing-puing tersebut tidak tertarik masuk ke dalam matahari melainkan bergerak mengelilinginya. Hingga akhirnya serpihan-serpihan debudari ledakan tadi menyatu dan mempilin hingga akhirnya bisa  membentuk planet ini. Sedangan batuan-batuan dari puing-puing bintang yang meledak berputar dan membanuk orbit asteroid.

Teori ini mengacu pada hasil penelitian yang membuktikan bahwa pada sistem tata surya lainnya terdapat bintang kembar. Sehingga Lyttelton meyakini bahwa asal usul tata surya kita adalah dari hasil ledakan 2 buah bintang kembar. Dimana salah satu bintang meledak dan membentuk anggota tata surya. Sedangkan yang tidak hancur menjadi pusat tata surya.

5. Teori Big Bang (George Lemaitre)

Asal usul tata surya

Teori Big Bang (universetoday.com)

Big Bang adalah kata yang mewakili peristiwa ledakan yang sangat besar. Beberapa ilmuwan, sistem tata surya kita percaya bahwa asal usul tata surya adalah dari bintang yang berukuran sangat besar. Dalam beberapa juta tahun, usia bintang itu naik, dan akhirnya meledak.

Ledakan yang sangat kuat tibul karena ukuran dan energi yang dimiliki bintang sangatlah besar. Ledakan ini setara dengan 5 × 1025 kali intensitas ledakan senjata nuklir. Partikel yang dipancarkan oleh ledakan, meleleh dan dipadatkan oleh gravitasi dan energi dari ledakan ledakan tersebut. Sehingga, terbentuklah benda-benda langit seperti sekarang ini.

6.Teori Keadaan Tetap atau Steady-State (Bondi, Gold, dan Hoyle)

asal usul tata surya

Galaksi Andromeda (thoughtco.com)

Menurut teori ini, yaitu teori steady state (teori keadaan tetap) bahwa alam semesta belum memiliki awal dan tidak akn berakhir. Alam semesta dari dulu selalu tampak sama seperti sekarang, tidak ada yang berubah. Semua materi di alam semesta terus berkespansi dan bergerak mejauhi kita. Teori keadaan tetap disampaikan oleh H. Bondi, T. Gold dan F. Foil dari Universitas Cambridge pada tahun 1948.

Teori mengacu kepada prinsip kosmologi sempurna, yaitu pernytaan bahwa alam semesta di manapun dan kapan pun akan tetap sama. Pernyataan ini di dukung oleh hasil penemuan galaksi baru yang mempunyai massa yang sebanding dengan galaksi lama. Sehingga beranggapan bawah alam semesta termasuk tata surya memliki luas dan umur yang tak terhingga.

Teori keadaan tetap benar-benar bertentangan dengan teori Big Bang. Dalam teori asal usul tata surya ini, ketika galaksi bergerak menjauh satu sama lain, maka akan tercipta ruang kosong. Dalam teori steady state, ruang angkasa terus menghasilkan materi baru guna mengisi ruang kosong galaksi.

Sehingga galaksi baruakan terbentuk unutk menggantikan galaksi yang bergerak menjauh. Orang-orang akan setuju bahwa zat baru itu adalah Hedorogen. Zat Itu adalah sumber asal usul tata surya, bintang, dan galaksi.

7. Teori Awan Kabut atau Proto Planet (Von Weizsaecker)

Asal usul tata surya, Teori Awan Debu

Teori Awan Debu (amaze.com)

Teori asal usul tata surya selantnya  adalah teori awan kabut atau proto planet, yang diajukan oleh Carl von Weizsaecker dan disempurnakan oleh Gerard P. Kuiper sekitar tahun 1950. Teori awan kabut menyatakan bahwa sistem tata surya terbentuk oleh sejumlah awan gas yang sangat banyak.

Gumpalan awan gas tersebut menyusut dan menarik partikel-partikel debu hingga berbentuk bola. Kemudian semuanya memilin sehingga gumpalan bola itu berubah menjadi seperti piringan cakram. Pada bagian tengah cakram perputarannya lambat sehingga tekanan dan panasnya meningkat. Bagian tegah tersebut berubah menajdi matahari.

Pada bagian pinggir cakram, perputaran terjadi dengan cepat. Sehingga terbentuk gumpalan-gumpulan dengan ukuran yang lebih kecil. Gumpalan itu kemudian berubah menjadi planet-planet, asteroid, meteor atau meteorid, komet, dan satelit-satelit alami yang mengiringi planet.

Sekian artikel mengenai asal usul tata surya. Dari semua teori di atas, tidak ada teori yang bisa dipastikn kebenarannya. Mengingat terbatasnya akal manusia serta kemampuan manusia dalam menjelajahi ruang angkasa. Semua teori-teori tersebut memiliki kekurangn dan kelebihannya masing-masing. Dikarenakan semuanya hanya perkiraan yang digunkan menusia untuk mendekati kebenaran yang sesungguhnya. Salam.

Leave a Reply