metamorfosis kupu kupu

Metamorfosis Kupu-kupu: Telur, Ulat, Kepompong, dan Kupu-kupu

METAMORFOSIS KUPU-KUPU — Semua orang pasti mengetahui dan mengenal serangga yang satu ini. Kupu-kupu merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki bentuk sangat indah. Sayap kupu-kupu biasanya memiliki warna dan pola yang cantik sehingga membuat senang siapa saja yang melihatnya.

Terdapat banyak sekali jenis kupu di seluruh di dunia. Keaneragaman jenis kupu-kupu ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para ilmuwan biologi untuk mengumpulkan berbagai macam jenis kupu-kupu. Namun, tidak banyak orang yang mengetahui bagaimana siklus hidup serangga cantik ini.

Oleh karena itu InformaZone.com akan membagikan kepada Anda tulisan mengenai metamorfosis kupu-kupu. Pada artikel ini juga akan dijelaskan tentang metamorfosis kupu-kupu dan tempat tinggal atau habitat kupu-kupu. Juga akan dijelaskan secara terperinci kejadian pada setiap tahapan metamorfosis kupu-kupu.

Metamorfosis Kupu-kupu

metamorfosis kupu kupu
Kupu-kupu (nationalgeographic.com)

Metamorfosis adalah proses perubahan bentuk yang dilakukan oleh beberapa jenis makhluk hidup, salah satunya adalah metamorfosis kupu-kupu. Proses metamorfosis kupu-kupu tergolong metamorfosis sempurna, karena bentuk awalnya jauh berbeda dengan bentuk akhirnya.

Dimana awalnya kupu-kupu berbentuk telur dan akhirnya berubah menjadi kupu-kupu yang indah. Biasanya telur kupu-kupu ditempatkan pada daun pohon jeruk. Hal ini bertujuan agar daun tersebut dapat menjadi makanan bagi ulat yang baru saja menetas dari telur.

Proses Metamorfosis Kupu-kupu

Proses Metamorfosis Kupu-kupu
Proses Metamorfosis Kupu-kupu (www.scribbleblog.com)

Di dalam proses metamorfosis kupu-kupu setidaknya terdapat 4 tahapan yang harus dilalui serangga ini agar bisa berubah menjadi seekor kupu-kupu. Secara berurutan tahapan-tahapan tersebut dimulai dari telur, larva, kepompong, dan terakhir kupu-kupu. Untuk lebih jelasnya simak pembahasan berikut ini:

1. Tahap Awal: Telur

Pada tahap awal proses metamorfosis diawali dengan wujud paling kecil yaitu telur. Kupu-kupu betina memiliki kebiasaan menempatkan telurnya pada bagian bawah daun pohon yang dia sukai. Hal ini bertujuan agar sang induk dapat dengan mudah mengawasi dan menjaga telurnya.

Telur tersebut akan ditempelkan ke daun memakai semacam zat perekat yang hingga saat ini para peneliti belum mengetahui apakah yang menjadi bahan baku pembuat zat perekat tersebut. Zat perekat dari induk kupu-kupu ini sangat kuat malah lebih kuat daripada telur maupun dengan daunnya itu sendiri.

Hal terseut dilakukan agar telur tetap aman dan tidak gampang dimangsa oleh predator. Telur kupu-kupu juga dilengkapi dengan kulit yang keras sehingga menjadikan telur terlindungi dari temperatur panas dan dingin. Tahapan ini berlangsung hingga setengah pekan atau setengah bulan.

2. Tahap Kedua: Larva atau Ulat

Tahap ini merupakan fase yang mungkin paling tidak disukai oleh banyak orang karena setelah telur kupu-kupu yang menetas akan berubah menjadi larva atau ulat. Ulat mempunyai ukuran dan warna yang berbeda-beda tergantung dari induknya.

Ulat mempunyai kegiatan utama dan mungkin bisa dibilang hanya itu aktivitasnya, yaitu makan. Makanan utama sebagian besar ulat merupakan dedaunan hijau segar yang mengandung gizi dan nutrisi. Hal ini diakibatkan karena ulat membutuhkan persiapan diri untuk menjalani masa pengasingannya agar tidak lapar dan haus.

Ulat juga mempunyai racun dan bentuk yang menakutkan. Hal ini berfungsi untuk melindungi dirinya dari para predator.

Ulat mempunyai 3 pasang kaki tetap yang berfungsi untuk menopang dirinya. Tidak hanya predator, kebanyakan manusia banyak yang takut terhadap hewan yang satu ini. Dikarenakan banyak orang yang takut  dengan bentuknya dan efeknya bila terkena kulit.

Apabila kulit terkena ulat biasanya akan timbul rasa gatal dan alergi karena adanya racun yang berasal dari kulit dan bulunya. Selain itu, ulat juga mempunyai warna yang beraneka ragam. Akan tetapi umumnya ia memiliki warna yang menakutkan seperti hitam, merah, orange, kuning, hijau dan coklat.

Ulat juga bisa menggembungkan kepalanya agar predator tidak memangsanya. Racun yang didapat juga bisa berasal dari tumbuhan beracun yang sengaja dia makan. Sesudah ulat tumbuh cukup besar hingga mencapai panjang 5 cm maka dia siap untuk menjalani tahap selanjutnya yaitu fase menyendiri berupa pupa atau kepompong.

3. Tahap Ketiga: Pupa atau Kepompong

Pada tahap berikutnya ulat akan membuat cangkang atau biasanya disebut dengan kepompong. Cangkang kepompong dibuat dengan daun yang dililitkan pada dirinya dengan memanfaatkan benang khusus dari dalam dirinya yang sebagian mengandung sutera atau seluruhnya adalah sutera.

Tahap ini biasanya berlangsung selama 12 hari. Ulat akan tidur selama 12 hari sampai nanti dirinya akan keluar dan berubah bentuk menjadi hewan yang menakjubkan, yaitu kupu-kupu.

Pada tahap ini ulat akan mencerna dirinya sendiri menerapkan enzim dalam dirinya sampai menyisakan komponen penting dari dirinya saja yang nantinya akan menyusun dirinya menjadi kupu-kupu jadi ulat akan menyiksa dirinya sendiri supaya dapat menerima kehidupan yang lebih bagus di masa depan.

Demikian yang menakjubkan datang dari sebagian penelitian bahwa ketika ulat sudah menjadi kupu-kupu dirinya masih menaruh secuil memori ketika dirinya masih menjadi ulat.

Demikian ini dikarenakan ada komponen syaraf neuron yang tidak tercerna oleh enzim walaupun seluruh komponen dirinya habis sehingga neuron otak ulat tadi akan tetap tersimpan dan masuk dalam otak baru pada diri kupu-kupu.

Demikian ini sesungguhnya juga masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Selain syaraf neuron, komponen lain yang tidak tercerna merupakan sel embrio khusus yang dimiliki oleh ulat sejak ia masih menjadi telor.

Sel embrio yang masih utuh inilah yang diterapkan ulat dalam cara kerja penyusunan tubuh kupu-kupu. Masing-masing komponen tubuh mempunyai embrionya sendiri misalnya ada embrio sayap, embrio tubuh, embrio antenna dan sel embrio organ kupu-kupu lainnya.

Setelah 12 hari berlalu, kepompong siap menjadi kupu-kupu dan membutuhkan kekuatan yang sungguh-sungguh besar untuk dapat keluar dari kepompong hal yang demikian.

Demikian ini sesuai degan berdasarkan penelitian yang menerima hasil bahwa kupu-kupu cuma mempunyai berat 3 kali lebih ringan dibandingkan dengan berat ketika menjadi kepompong. Berarti kupu-kupu menerapkan sebagian besar kekuatannya.

4. Tahap Akhir: Kupu-kupu atau Imago

Setelah berhasil keluar dari dalam kepompong dengan metode yang benar-benar luar biasa. Kupu-kupu akan menggunakan semacam cairan dalam dirinya untuk melunakkan cangkang kepompong kemudian menggunakan cakarnya untuk merobek kepompong hal yang demikian.

Setelah berhasil keluar kupu-kupu akan melakukan pengeringan dan pengembangan dirinya. Fase ini berjalan pada beberapa jam saja dan waktu ini ialah waktu yang benar-benar rentan dan bahaya bagi kupu-kupu sebab dirinya tidak mempunyai kekuatan dan upaya sehingga akan gampang dimangsa oleh para predator.

Setelah merasa dirinya siap dan mempunyai kekuatan karenanya dirinya siap mengepakan sayap untuk pertama kalinya dan mulai melakukan pengembaraan hidupnya di dunia dengan tampilan yang apik dan menawan.

Tempat Tinggal Kupu-kupu

Habitat atau tempat tinggal Kupu-kupu
Habitat Kupu-kupu (reviewjournal.com)

Kupu-kupu umumnya ditemukan di tempat yang banyak bunga seperti taman bunga, kebun atau di dalam hutan. Berbeda dengan ulat yang memiliki selera makan tinggi dan rakus dengan memakan dedaunan sebanyak-banyaknya, kupu-kupu justru tidak makan daun dan cuma menghisap sari madu dari bunga saja.

Tetapi ada juga yang menghisap sari buah dan bangkai tergantung dari jenisnya masing-masing. ketidakhadiran kupu-kupu juga dapat menjadikan indikator bahwa di tempat tersebut ada bunga atau buah yang nikmat rasanya dan kaya akan vitamin.

Seperti misalnya di suatu tempat ada beraneka ragam kupu-kupu yang hanya mengambil sari dari buah khusus saja berarti di tempat tersebut diindikasikan terdapat buah tersebut.

2 pemikiran pada “Metamorfosis Kupu-kupu: Telur, Ulat, Kepompong, dan Kupu-kupu

Tinggalkan komentar