10 Tahapan Pendanaan Startup Indonesia Sebagai Syarat Kesuksesan

Pendanaan startup dan kesuksesannya memiliki kaitan yang erat. Bagaimana sebuah perusahaan startup bisa mendapatkan investasi dan mencapai nilai yang sangat tinggi? Karena kalau bangun startup pasti butuh modal kan?

Sudah banyak contoh startup sukses di Indonesia yang bisa kita contoh. Ditambah, menurut fakta terdapat peningkatan jumlah pendanaan startup karena besarnya potensi di Indonesia. Sehingga tidak heran, semakin banyak yang berminat memiliki perusahaan startup mereka sendiri.

Ditengah besarnya minat, investasi startup masih belum merata. Peningkatan dalam investasi tidak berbanding lurus dengan banyaknya startup yang mendapat pendanaan. Hanya sekitar 15% yang memasuki pendanaan tahap pertumbuhan.

Sehingga diperlukan pengetahuan seputar pendanaan startup untuk mengetahui histori dari modal awal dan pertumbuhan fantastis seperti Gojek dan Traveloka. Jadi, kenali tahapan pendanaan startup yang dilalui perusahaan-perusahaan ini.

Pendanaan Startup Tahap Awal

Pendanaan Startup Tahap Awal
Start Digital on Unsplash

Proses pendanaan startup tahap awal adalah ketika bisnis baru mulai dibangun. Sumber modal pada masa awal ini terdiri dari beberapa tahap berikut :

Bootstrap

Bootstrap merupakan istilah bagi startup yang pendirinya menggunakan dana pribadi dan tanpa ada sumber lain untuk mulai membagun bisnis. Pada tahap ini seorang founder dengan bebas dapat mengubah model bisnis atau menentukan cara pengembangan produk.

Sebuah startup bisa bertahan lama pada tahap ini, ketika pendirinya masih ingin mematangkan konsep bisnis sesuai keinginan.

Sumber pendanaan pribadi memang ideal, tapi terdapat efek negatif yang mungkin terjadi. Contohnya, jumlah uang tabungan pribadi yang mungkin sedikit atau terbatas.

Pre-Seed

Ketika seorang pendiri sudah mulai tertarik melakukan penggalangan dana, tahap pre-seed adalah babak pertama dalam penggalangan dana. Sumber dana biasanya berasala dari teman, keluarga, angels dan accelerators.

Angels adalah individu yang menaruh modal di bisnis startup. Sebagai gantinya, dia akan mendapatkan obligasi konversi atau saham dari perusahaan.

Baca Juga :  Niat Puasa Senin Kamis Beserta Manfaat dan Keutamaanya

Accelerators adalah pihak yang memberikan pendanaan bagi startup yang mengikuti dan lulus dari training atau inkubasi yang mereka adakan.

Tahapan pre-seed bisa dimanfaatkan untuk lebih mematangkan ide dan produk untuk mempersiapkan pitching di hadapan investor.

Seed Capital

Pada tahap ini pendiri startup tidak lagi mesti mendanai sendiri bisnisnya. Sumber dari pendanaan ini adalah teman, keluarga, angel investor, micro venture capital, dan crowdfunding.

Besar dana pada tahap ini diprediksi anatara 500 juta sampai 2,5 milyar rupiah. Pendanaan yang didapatkan digunakan untuk proses menambah SDM, peluncuran produk, pengembangan pasar, dan meningkatkan awareness konsumen.

Pendanaan Startup Tahap Pertumbuhan

Pendanaan Startup Tahap Pertumbuhan
Thought Catalog on Unsplash

Tahap selanjutnya bagi perusahaan yang matang produknya, memiliki SDM, dan telah menemukan pasarnya, telah bisa memasuki tahap pertumbuhan. Berikut beberapa sumber pendanaan startup pada tahap pertumbuhan yang harus dilalui.

Seri A

Pendanaan seri A bisa dilakukan ketika bisnis sudah dalam kondisi stabil. Perusahaan telah memiliki produk tetap dan matang, konsumen, dan pendapatan yang lumayan. Startup pada tahap ini perlu berinovasi jangkauan, fitur, dan layanan kepada pasar.

Kisaran dananya sejumlah 10 sampai 33 milyar rupiah. Sumber pendanaan berasal dari beberapa investor sekaligus. Pada tahap ini skema pendanaan dipimpin oleh satu investor utama dan didukung oleh investor lainnya. Oleh karena itu, mendapatkan investor utama yang dipercaya akan menarik minat investor lainnya untuk bergabung.

Seri B

Pendanaan pada seri B ini untuk bisnis yang telah mendapatkan penambahan market share dan scaling, serta dapat bersaing dengan kompetitor. Biasanya startup sudah berusia 2-4 tahun dan memiliki pemasukan yang teratur.

Jumlah dana yang disalurkan pada tahap ini sebesar 22 milyar sampai 80 milyar rupiah. Perusahaan startup di Indonesia masih kesulitan menyerap pendanaan ini. Sebab, perusahaan masih belum menerima keuntungan sesuai keinginan investor.

Baca Juga :  12 Akibat Rotasi Bumi yang Berdampak Pada Kehidupan di Dunia

Seri C

Perusahaan startup pada tahap seri C harus sudah sepenuhnya matang. Kinerja perusahaan telah berjalan secara efektif, efisien, dan memiliki peforma yang cukup baik. Pendanaan dilakukan untuk melakukan akuisisi dan ekspansi.

Besaran angka pendanaan sangat tinggi, berkisar puluhan sampai ratusan juta dolar. Sumber pendanaan berasal dari Investor pada tahap ini terdiri dari venture capitalist tingkat lanjut, private equity, dan hedge fund.

Seri D, E, dan F

Tahap pendanaan ini adalah alternatif yang diambil startup ketika masih membutuhkan tambahan dana karena target mereka pada tahap sebelumnya belum tercapai. Umumnya besaran dana yang dihimpun lebih kecil dibandingkan seri sebelumnya.

Initial Public Offering (IPO)

Tahap pendanaan IPO dapat dimulai ketika perusahaan menawarkan sahamnya kepada masyarakat luas atau go public. Saham perusahaan kemungkinan bisa dibeli pada bursa efek.

Besarnya pendanaan yang diterima tergantung peforma dan reputasi perusahaan di mata masyrakat. Jadi dapat dipastikan sebuah perusahaan harus sudah dalam kondisi keuangan yang stabil, sistem tata kelola yang baik. Sehingga bisnis dapat tumbuh lebih besar mengikuti pasar.

Umumnya dibutuhkan waktu 5-10 tahun untuk mencapai tahap ini. Karena dibutuhkan waktu yang lama untuk mencapai nya, jadi diperlukan kerjasama seluruh karyawan untuk terus berkembang.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.