12 Akibat Rotasi Bumi yang Berdampak Pada Kehidupan di Dunia

AKIBAT ROTASI BUMI – Perputaran atau rotasi Bumi adalah salah satu peristiwa yang selalu dilakukan oleh bumi kita. Bukan hanya Bumi, begitupun planet-planet dalam tata surya juga mengalami hal yang sama. Segala jenis aktivitas atau fenomen terdapat di ruang angkasa pasti memiliki pengaruh dan akibat yang bisa dirasakan.

Jadi dengan Bumi berputar pada prorosnya bisa menimbulkan banyak pengaruh atau dampak yang bisa kita rasakan nantinya. Bahkan, beberapa dampak dari rotasi Bumi ini pasti akan menjadi fenomena yang sehari-hari kita rasakan di dunia.

1. Kejadian siang dan malam

Akibat rotasi bumi: siang dan malam
Siang dan Malam (botani.com.au)

Salah satu akibat rotasi Bumi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari adalah adanya waktu siang dan malam. Namun, banyak orang yang tidak mengetahui bahwa sebenarnya kejadian tersebut terjadi akibat rotasi Bumi. Siang hari adalah kondisi dimana cahaya matahari bisa dilihat dan dirasakan dengan mudah.

Di siang hari kita juga bisa melihat banyak barang yang memberi makan di bumi tanpa bantuan jenis benda apapun sebagai radiasi, karena sinar matahari cukup dalam penerangan. Saat siang hari kita juga bisa merasakan suhu udaar menajdi hangat dan bahkan panas.

Namun hal ini yang terkedang tidak kita pahami. Bahwa adanya fenomena alam tersebut terjadi sebagai akibat dari  aktivitas berputarnya Bumi. Sementara malam hari adalah kebalikan dari siang hari. Di malam hari kita tidak bisa melihat sebuah titik di bumi tanpa bantuan dari alat penerangan.

Nah, pergantian siang dan malam tentu bukan karena tidak adanya apapun. Munculnya fenomena tersebut siang dan malam adalah hasil rotasi bumi, yaitu gerakan bumi berputar pada porosnya. Saat bumi berputar, planet atau belahan bumi yang bertemu dengan sinar matahari sedang mengalami masalah siang hari.

Sedangkan sisi lain planet ini, yaitu sisi lain tidak mendapatkan sinar matahari tetap dalam kondisi malam hari. Lamanya waktu antara siang dan malam di setiap wilayah di bumi kurang lebih selama 12 jam. Makanya, kita bisa mendapatkan sinar matahari yang seimbang dan bisa beristirahat dengan waktu yang cukup juga.

2. Terjadinya Perubahan Waktu

Zona Waktu Dunia
Zona Waktu Dunia (thoughtco.com)

Dampak rotasi Planet berikut adalah penyesuaian waktu. Pernahkah kita menelepon atau berinteraksi dengan seseorang yang berada di lokasi yang benar-benar jauh, A.S. sebagai contoh. Saat kita menelepon sepanjang hari, mungkin di Amerika masih malam.

Hal ini menegaskan perbedaan waktu yang cukup besar antara Indonesia dan U.S.A . Bukan hanya itu, bahkan di Indonesia sendiri kita kenal dengan pembagian 3 wilayah waktu, yaitu Waktu Indonesia Timur, Waktu Indonesia Tengah, dan Waktu Indonesia Barat. Ini terdiri dari sejumlah daerah di Indonesia.

Meski masih dalam satu negara, namun wilayah Indonesia letaknya berjauhan antara satu sama lainnya, sehingga layak untuk membuat perbedaan waktu. Perbedaan momen di berbagai wilayah di dunia disebabkan oleh perputaran planet ini, gerak planet yang berubah pada porosnya.

Terjadinya pembagian waktu pada setiap wilayah di dunia ini didasarkan pada letak wilayah tersebut terhadap garis bujur nol derajat. Sebuah monumen waktu dibangun di daerah Greenwich. Karena pada kota itulah titik nol derajat Bumi berada.

3. Menyebabkan Bumi Tidak Berbentuk Bulat Sempurna

Bumi Berbentuk Agak Lonjong akibat rotasi bumi
Bumi Berbentuk Agak Lonjong (lightninginabottle.org)

Perubahan pergerakan planet Bumi pada sumbunya tenyata tidak hanya memberi efek pada kehidupan manusia serta keadaaan kehidupan di dunia. Akibat rotasi Bumi yang terus-menerus mempengaruhi bentuk bumi dunia itu sendiri. Sehingga membuat bentuk Bumi menjadi tidak bulat sempurna atau lonjong.

Bentuk Bumi kita adalah bulat lonjong dengan bagian kutub yang lebih rata. Diameter Bumi pada garis lintang khatulistiwa lebih besar daripada garis bujur yang melintasi kutub utara dan selatan. Hal itu disebabkan oleh kekuatan yang dihasilkan oleh rotasi Bumi. Demikian juga planet lainnya yang mengalami hal serupa seperti Bumi.

Sebagai contoh adalah planet Saturnus. Karena rotasinya yang cepat, yang membutuhkan waktu 10 jam lebih sedikit untuk sekali rotasi. Dimana diameter planet Saturnus memilki selisih sebesar 9 persen antara diameter khatulistiwa  dan diameter yang melintasi kutub. Hal ini tidak dapat kita amati jika kita hanya melihatnya secara keseluruhan.

4. Adanya Perubahan Arah Angin

Peta Arah Angin Dunia
Peta Arah Angin Dunia (pmfias.com)

Rotasi Bumi, yang merupakan gerakan Bumi yang berputar pada porosnya. Hal trsebut juga memicu terjadinya perubahan arah angin. Angin adalah fenomena alam yang tak terhindarkan di Bumi. Angin juga dapat diartikan sebagai udara yang bergerak. Setiap daerah dengan daerah lain pasti memiliki tekanan dan massa atmosfer yang bermacam-macam.

Perbedaan tekanan dan massa atmosfer inilah yang memicu munculnya aangin. Oleh karena itu keberadaan angin sangat sulit dihindari. Angin yang terlepas secara langsung tanpa mengalami defleksi pasti akan mempunyai karakteristik yang tidak menguntungkan.

Dengan rotasi bumi, arah gerak angin bisa dibelokkan sehingga bisa dipastikan tidak hanya satu area saja yang terkena angin dan daerah lain juga bisa merasakan angin. Apalagi saat angin tersebut bisa menimbulkan berbahaya. Angin yang dibelokkan tersebut kekuatannya akan berkurang, sehingga menurunkan risiko kerusakan.

5. Insiden Gerak Pseudo Setiap Hari Matahari

Matahari Senja
Matahari Senja (youtube.com)

Dalam gerak pitch tahunan sinar matahari, kita menemukan setting matahari berbeda pada berbagai hari dan juga berbulan-bulan. Oleh karena itu hal itu mempengaruhi hubungan musim di dunia, jadi ada modifikasi periode. Sungguh bukan sinar matahari yang membuat suatu daerah, namun bumilah yang bergerak karena mengelilingi sinar matahari. Ini berakhir bukan hanya gerakan maju yang berdampak pada aktivitas semu sinar matahari.

Padahal rotasi bumi pun mampu membawa hasil pseudo-gerakan matahari. Namun gerakan pseudo sinar matahari sebagai akibat dari peralihan planet ini disebut gerak matahari pseudo setiap hari. Hal ini disebabkan kenyataan bahwa aktivitas semu matahari merupakan akibat rotasi bumi yang terjadi setiap hari.

Yang disarankan oleh gerakan pseudo matahari sehari-hari ini terus berubah penempatan matahari. Misalnya saat matahari pagi di sebelah timur, saat siang hari di tengah matahari berada atau di bagian atas kepala, saat sore hari berada di barat di barat.

Sesi sinar matahari yang bervariasi juga menyebabkan kegelapan hal yang berbeda. Gerakan ini disebut gerak pseudo karena sebenarnya bukan merelokasi sinar matahari, namun sebagai hasil rotasi planet ini.

6. Penangalan Masehi

kaleneder masehi
Kalender Masehi (pixabay.com)

Penaggalan Masehi bukan hanya dibuat akibat revolusi bumi, tapi juga akibat rotasi bumi. Mengapa demikian? Ya, karena bila diliahat secara mendalam sistem penaggalan juga tersusun atas waktu yang sangat rinci, seperti jam, menit dan detik. Jadi, itu juga sangat terkait dengan rotasi Bumi.

Divisi momen tentu saja juga mengkhawatirkan daerah yang tidak bergantung pada garis bujur atau garis meridian. Lokasi yang tidak dilalui oleh garis bujur atau garis meridian tentu akan memiliki waktu yang berbeda. Ini sebagai hasil rotasi Bumi kita. Misalnya, daerah di belahan bumi selatan tentu akan mengalami pagi lebih dulu daripada area di belahan utara.

8. Terjadinya Perbedaan Kepadatan Atmosfer

lapisan atmosfer
Lapisan Atmosfer (pixabay.com)

Rotasi bumi juga mempengaruhi ketebalan lapisan atmosfer. Sehingga atmosfer di bumi memiliki kerapatan yang berbeda di masing-masing daerah. Strukutr atmosfer bumi terdiri dari beberapa lalpisan. Lapisan paling bawah yang dekat dengan permukaan disebut troposfer. Ketebalan lapisan troposfer di atas permuakan kutub sekitar 9 km. Sedangkan di atas kawasan khatulistiwa tebalnya mencapai 15 km.

9. Ada Perbedaan Percepatan Gravitasi

Gravitasi bumi
Gravitasi Bumi (thescienceexplorer.com)

Perputaran planet ini juga menciptakan perbedaan dalam kecepatan gravitasi. Percepatan gravitasi ini akan mempengaruhi banyak hal, seperti pasang surut air laut. Sebelumnya telah dijelaskan bahwa akibat rotasi bumi bentuk planet kita menjadi lonjong. Hal ini menyebabkan jarak permukan pada wilayah khatulistiwa menajdi lebih jauh ke inti bumi daripada jarak permukaan kutub ke inti.

Meskipun pengaruhnya kecil, perbedaan jarak permukaan ke inti bisa menyebabkan percepatan gravitasi berbeda-beda di setiap wilayah.  Gravitasi pada wilayah khatulistiwa pada umumnya lebih kecil dibandingkan percepatan gravitasi di daerah kutub.

10. Munculnya Gaya Coriolis

Gaya Coriolis akibat rotasi bumi
Gaya Coriolis (pixabay.com)

Coriolis adalah gaya imajiner yang tercipta akibat rotasi bumi dan gerakan udara relatig terhadap permukaan bumi. Karena terdapat gaya coriolis, menyebabkan angin bergerak tidak searah dengan arah gaya gradien tekanan. Bahkan juga tidak tegak lurus dengan garis yang menghubungkan daerah yang memilki tekanan yang sama.

Gaya coriolis ini membuat arah angin menjadi berbelok ke kanan dari garis gradien tekanan pada belahan bumi utara (BBU) atau berbelok ke kiri pada belahan bumi selatan (BBS). Kekutana gaya coriolis semakin besar bila angin bergerak menuju garis lintang yang lebih besar dan semkain kecil jika menuju lintang yang lebih kecil.

11. Satelit Buatan Manusia dapat Berfungsi

Satelit Buatan
Satelit Buatan (pixabay.com)

Akibat rotasi bumi satelit buatan manusia bisa berfungsi secara efektif. Satelit buatan dibangun dengan tujuan untuk mendukung sistem komunikasi dan informasi di permukaan bumi. Ketika planet ini berputar maka area yang bisa dicapai oleh satelit menjadi berubah. Sehingga satelit bisa mengirimkan informasi ke wilayah yang berbeda.

12. Timbul Jetlag Saat Berpergian dengan Pesawat

akibat rotasi bumi
Pesawat Terbang (pixabay.com)

Adanya jetlag  atau mabuk udara saat menaiki pesawat terbang merupakan akibat rotasi bumi. Jet Lag adalah tanda terganggunya kesehatan tubuh yang muncul akibat terganggunya jam biologis tubuh.Dikarenakan tubuh harus menyesuaikan perubahan waktu siang dan malam ketika kita pergi jauh dari tempat kita semula.

Kondisi jetlag biasanya lebih  terasa bila perjalanan yang dilakukan searah dengan arah rotasi bumi. Sebagai contoh jika Anda melakukan perjalanan selama 14 jam dari Indonesia ke Eropa menggunakan pesawat. Anda berangkat dari tanah air saat siang hari dan ketika sampai di Eropa juga siang hari. Hal ini membuat tubuh Anda merasakan waktu siang yang lebih lama dari biasanya.

Tinggalkan komentar